FirmanAllah ﷻ yang artinya "Katakanlah aku berlindung kepada Rabnya manusia," maksudnya adalah manusia berlindung kepada pemilik dan pengatur segala urusan mereka. Adapun penyebutan manusia secara khusus (dalam Rabnya manusia), padahal Allah ﷻ adalah Rab bagi seluruh makhluk di semesta alam ini, ada dua alasan: 1.
AdzDzariyât: [51: 50] yang artinya: "Maka segeralah lari (kembali) kepada Allah. Sungguh aku seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untukmu.". Dalam ayat tersebut kita diperintahkan untuk lari (kembali) kepada Allah dengan cara berlindung kepada-Nya. Hal itu bisa diwujudkan dengan banyak berdoa dan mengadu dalam munajat bersama
Kesengsaraanadalah lawan dari kebahagiaan. Kebahagiaan penyebabnya adalah amal shalih. Sedangkan kesengsaraan penyebabnya adalah amal yang buruk. Jika engkau berlindung kepada Allah dari terkena kesengsaraan, ini mengandung doa agar engkau tidak melakukan amalan sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang sengsara (Syarh Riyadhis Sholihin (1/
Hanyakepada allah lah dia berlindung. Dalam syari'at lebih dikenal dengan istilah tafakkur dan tadabbur, dan dalam istilah tasawwuf lebih dikenal dengan. Mendekatkan diri kepada allah 28 april 2012 dari ketauladanan nabi dan sabahat ali ra dalam mendekatkan diri kepada allah swt tersebut, yang kemudian disebut tarekat, maka tarekat qodiriyah
BerkataAl Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya: "Ini merupakan perintah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada hamba-Nya melalui lisan Nabi-Nya Shalallahu 'Alaihi Wasalaam jika mereka hendak membaca Al Qur'an, maka hendaknya berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dari syaithan yang terkutuk." (Tafsir Al Qur'an Al
Tidaklahditerima tauhid seorang hingga seorang hanya bergantung kepada Allah, dan tidak bergantung kepada selain-Nya.Syaikh Muhammad Ash-Shon'ani berkata.. Saturday, July 23, 2022. Tentang Kami; Donasi; ADVERTISEMENT. Berlindung dari Hilangnya Nikmat. May 16, 2022. Aqidah dan Tauhid. Penjelasan Tath-hiirul I'tiqad - Pembagian Tauhid
. Barangsiapa yang bergantung kepada selain Allah, niscaya dia akan ditelantarkan. Sebab hanya Allah satu-satunya tempat berlindung, meminta keselamatan, dan tumpuan harapan. Allah, Rabb yang menguasai segenap langit dan bumi, tidak ada satupun makhluk yang luput dari kekuasaan dan ilmu-Nya. Segala manfaat dan madharat berada di tangan-Nya. Maka sungguh mengherankan apabila manusia yang lemah bersandar kepada sesama makhluk yang lemah pula, mengapa dia tidak menyandarkan urusannya kepada Allah ta’ala yang maha kuasa? Bukankah setiap hari, di setiap kali shalat, bahkan dalam setiap raka’at shalat kita selalu membaca ayat yang mulia, Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in’; hanya kepada-Mu ya Allah kami beribadah, dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan… Oleh sebab itu bagi seorang mukmin, tempat menggantungkan hati dan puncak harapannya adalah Allah semata, bukan selain-Nya. Kepada Allah lah kita serahkan seluruh urusan kita… Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan kepada Allah saja hendaknya kalian bertawakal, jika kalian benar-benar beriman.” QS. al-Ma’idah 23. Ayat yang mulia ini menunjukkan kewajiban menggantungkan hati semata-mata kepada Allah, bukan kepada selain-Nya. Tawakal adalah ibadah. Barangsiapa menujukan ibadah itu kepada selain Allah maka dia telah melakukan kemusyrikan lihat al-Jadid fi Syarh Kitab at-Tauhid, hal. 256 Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupi kebutuhannya. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka Dia pasti akan mencukupinya…” QS. ath-Thalaq 3. Ayat yang agung ini menunjukkan bahwasanya tawakal merupakan salah satu sebab utama untuk bisa mendapatkan kemanfaatan maupun menolak kemadharatan. Tawakal adalah kewajiban dan ibadah. Barangsiapa yang menujukan ibadah ini kepada selain Allah maka dia telah berbuat kemusyrikan lihat al-Jadid fi Syarh Kitab at-Tauhid, hal. 260 Salah satu bentuk perbuatan bergantung kepada selain Allah adalah dengan meminta perlindungan dan keselamatan hidup kepada selain Allah, entah itu jin, penghuni kubur ataupun yang lainnya. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Janganlah kamu menyeru kepada selain Allah, sesuatu yang jelas tidak menjamin manfaat maupun madharat kepadamu, apabila kamu tetap melakukannya niscaya kamu termasuk golongan orang-orang yang zalim.” QS. Yunus 106. Mendatangkan manfaat dan menolak madharat adalah kekhususan yang dimiliki Allah. Barangsiapa yang berdoa kepada selain Allah dan dia meyakini bahwasanya yang dia seru itu menguasai kemanfaatan dan kemadharatan sebagai sekutu bagi Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat kemusyrikan lihat al-Jadid fi Syarh Kitab at-Tauhid, hal. 104 Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan apabila Allah menimpakan kepadamu suatu bahaya maka tidak ada yang bisa menyingkapnya selain Dia, dan apabila Dia menghendaki kebaikan bagimu maka tidak ada yang bisa menolak keutamaan dari-Nya. Allah timpakan musibah kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” QS. Yunus 107. Ayat yang agung ini menunjukkan bahwa menyingkap keburukan/bahaya dan mendatangkan manfaat merupakan kekhususan Allah azza wa jalla. Barangsiapa yang mencari hal itu dari selain Allah sesungguhnya dia telah berbuat kemusyrikan lihat al-Jadid fi Syarh Kitab at-Tauhid, hal. 105 Ini semua menunjukkan kepada kita bahwa kesempurnaan iman dan tauhid seorang hamba ditentukan oleh sejauh mana ketergantungan hatinya kepada Allah semata dan upayanya dalam menolak segala sesembahan dan tempat berlindung selain-Nya. Kalau Allah yang menguasai hidup dan mati kita, lalu mengapa kita gantungkan hati kita kepada jin dan benda-benda mati yang tidak menguasai apa-apa?! *** Penulis Abu Mushlih Ari Wahyudi Sumber .
Ibadah Isti’dzah Isti’adzah adalah meminta perlindungan kepada sesuatu yang mampu melindungi orang tersebut dari segala bahaya. Orang yang berlindung ini menyerahkan keselamatannya kepada sesuatu yang dimintai perlindungan. Isti’adzah ini adalah salah satu jenis ibadah yang tidak boleh dipalingkan atau diberikan kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dalilnya ? Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ “Katakanlah aku berlindung kepada rabb yang menguasai subuh” QS. al Falaq 1 Dan Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman, قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ “Katakanlah “Aku berlindung kepada Rabb yang memelihara dan menguasai manusia” QS. AnNas 1 Makna Ayat Kedua ayat ini menerangkan bahwa isti’adzah atau meminta perlindungan itu ditujukan hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tidak boleh seseorang ber isti’adzah atau meminta perlindungan kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Barangsiapa yang meminta perlindungan kepada kuburan atau berhala atau apa saja selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka ia telah menjadi orang yang musyrik menduakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam ibadah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari kalangan jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan” QS. al Jinn 6 Cara Berlindung Isti’adzah Yang Benar Berkata Dr. Shalih al Fauzan _hafidzahullah_ “Dahulu orang-orang jahiliyah jika mereka tiba di sebuah tempat, maka salah seorang mereka mengatakan “Aku berlindung dengan pimpinan dari lembah ini”. Yang dia maksudkan adalah Jin yang paling besar dan psling kuatnya. Dia berlindung dengan jin tersebut untuk menghindarkan diri dari kejelekan para pengikutnya. Maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda dalam rangka untuk membantah hal tersebut dan menjelaskan apa yang disyariatkan sebagai pengganti amalan jahiliyah tadi, مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِك “Barangsiapa yang turun di sebuah tempat, kemudian dia berdo’a, َ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah Yang Sempurna dari kejelekan makhluk yang Dia ciptakan” Maka tidak akan ada sesuatupun yang dapat membahayakannya sampai dia meninggalkan tempat tersebut”. HR. Muslim 2708 dari hadits Khaulah bintu hakim _radhiyallahu anha Inilah pengganti cara beristi’adzah yang benar yaitu berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna sebagai pengganti dari berlindung kepada para jin [ Syarh al Ushul Ats Tsalatsah karya Dr. Shalih al Fauzan hal, 147-148 Sumber rujukan Syarh Tsalatsatil Ushul karya Syeikh Utsaimin Syarh al Ushul Ats Tsalatsah karya Dr. Shalih al Fauzan Wallahu a’lam Abu Ubaidillah al Atsariy Muharram 1438
عن عَدِي بن حاتم رضي الله عنه قال سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول اتَّقُوا النَّار ولو بِشِقِّ تمرة». وفي رواية لهما عنه، قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ما منكم من أحد إلا سَيكَلِّمُه رَبُّه ليس بينه وبينه تُرْجُمان، فينظر أيْمَن منه فلا يرى إلا ما قَدَّم، وينظر أَشْأَمَ منه فلا يَرى إلا ما قَدَّم، وينظر بين يديه فلا يرى إلا النار تَلقاء وجهه، فاتقوا النار ولو بِشقِّ تمرة، فمن لم يجد فبِكَلمة طيِّبة». [صحيح] - [متفق عليه] المزيــد ... Dari 'Adiy bin Hātim -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Saya mendengar Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Berlindunglah kalian dari api neraka meskipun hanya dengan bersedekah separuh kurma.” Dalam suatu riwayat darinya disebutkan, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Setiap kalian pasti akan diajak bicara oleh Rabb-nya, tidak ada penerjemah antara dia dengan Allah, lalu dia melihat ke sebelah kanannya, namun yang terlihat hanyalah apa yang telah dikerjakannya di dunia, dan melihat ke sebelah kiri, namun yang terlihat hanyalah apa yang telah dikerjakannya di dunia, lalu dia melihat ke depan, namun yang dia lihat hanyalah neraka yang terpampang di hadapannya. Karena itu, berlindunglah kalian dari api neraka walaupun hanya dengan bersedekah separuh kurma, dan barang siapa yang tidak memilikinya, maka hendaklah berlindung dari neraka dengan kata-kata yang baik." Hadis sahih - Muttafaq 'alaih Uraian Sesungguhnya Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- akan berbicara dengan setiap manusia pada hari kiamat nanti tanpa penerjemah. Lalu dia melihat ke sebelah kanannya, namun yang terlihat hanyalah apa yang telah dikerjakannya di dunia, diapun melihat ke sebelah kiri namun yang terlihat hanyalah apa yang telah dikerjakannya di dunia, lalu dia melihat ke depan dan yang dia lihat hanyalah neraka terpampang di hadapannya. Kemudian Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, “Karena itu berlindunglah kalian dari api neraka walaupun hanya dengan bersedekah separuh kurma atau kurang dari itu. Barang siapa yang tidak memiliki apa-apa meskipun cuma separuh kurma untuk ia sedekahkan dan untuk melindungi dirinya dari api neraka, maka hendaklah ia berlindung dengan kata-kata yang baik; karena sesungguhnya amal saleh itu akan melindungi pelakunya dari api neraka. Terjemahan Inggris Prancis Spanyol Turki Urdu Bosnia Rusia Bengali China Persia Tagalog Indian Orang Vietnam Sinhala Kurdi Portugis Tampilkan Terjemahan
Pertanyaan Banyak doa yang berasal dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam, tapi saya kesulitan untuk menghafalkan semuanya. Karena kemampuan hafalan saya lemah. Ada doa yang terdapat dalam kitab Riyadus Solihin’ bab ke tujuh belas hadits no. 1492. Saya sangat kagum dan saya ingin fokus dan menghafalkannya. Apakah dia termasuk hadits shahih, apakah hanya menghafal doa ini saja sudah cukup? Ini teks doanya اللهم إني أسألك من خير ما سألك منه نبيك محمد صلى الله عليه وسلم وأعوذ بك من شر ما استعاذ منه نبيك محمد صلى الله عليه وسلم، وأنت المستعان وعليك البلاغ ولا حول ولا قوة إلا بالله “Ya Allah, saya memohon kepada-Mu dari kebaikan apa yang dimohon oleh Nabi-Mu Muhammad sallallahu alaihi wa sallam kepada-Mu dan saya berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang diminta perlindungan Nabi-Mu Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Hanya kepada-Mu memohon pertolongan dan Engkau yang menyampaikan. Tiada daya dan kekuatan melainkan kepada Allah.” Teks Jawaban Aisyah radhiallahu anha sesungguhnya Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam mengajarkan kepada beliau doa ini اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ، عَاجِلِهِ وَآَجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ، وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ مِنْهُ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ ، وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ تَقْضِيهِ لِي خَيْرًا رواه أحمد في مسنده، رقم 24498، وابن ماجة في سننه، رقم 3846 ، وصححه الألباني في صحيح الجامع، رقم 1276 “Ya Allah, saya memohon kepadaku semua kebaikan yang disegerakan maupun yang ditunda. Apa yang saya ketahui maupun tidak saya ketahui. Saya berlindung kepada-Mu dari semua keburukan, baik yang disegerakan maupun yang ditunda, yang saya ketahui maupun yang tidak saya ketahui. Ya Allah, sungguh saya memohon kepada-Mu dari kebaikan apa yang diminta oleh hamba dan Nabi-Mu Muhammad sallallahu alai wa sallam kepada-Mu dan saya berlindung kepada-Mu dari apa yang diminta perlindungan oleh hamba dan nabi-Mu. Ya Allah, saya memohon kepada-Mu surga dan apa yang mendekatkan kepadanya baik berupa ucapan maupun perbuatan. Dan saya berlindung kepada-Mu dari neraka dan apa yang mendekatkan kepadanya baik berupa ucapan atau perbuatan. Dan saya memohon kepada-Mu semua takdir yang Engkau tentukan baik untukku.” HR. Ahmad di Musnad, 24498. Ibnu Majah di Sunannya, 3846. Dinyatakan shahih oleh Albani dalam kitab Shohih Al-Qur’anJami’, 1276 Sementara teks berikut ini اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا اسْتَعَاذَ مِنْهُ نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأَنْتَ المُسْتَعَانُ، وَعَلَيْكَ البَلَاغُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ فقد رواه الترمذي، رقم 3521 والبخاري في الأدب المفرد، رقم 679، وضعفه الألباني في ضعيف الترمذي “Ya Allah kami memohon kepada-Mu dari kebaikan apa yang diminta oleh Nabi-Mu Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Dan kami berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang diminta perlindungan oleh Nabi-Mu Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Hanya kepada-Mu meminta pertolongan dan Engkau yang menyampaikan. Tiada daya dan kekuatan melainkan Allah. telah diriyawatkan oleh Tirmizi, 3521. Bukhari di Adab Mufrad, 679 dan dinyatakan lemah oleh Albani dalam kitab Dhoif At-Tirmizi Yang menjadi sandaran adalah redaksi pertama. Di dalamnya cukup menggantikan redaksi kedua. Dianjurkan untuk menghafalkan, dan memperbanyak doa dengannya. Karena ia termasuk doa yang lengkap. Meskipun anda berdoa dengan redaksi kedua juga tidak mengapa. Telah ada jawaban pertanyaan di no. 179426. Bahwa doa kalau baik, tepat, artinya benar. Maka diperbolehkan berdoa dengannya meskipun diriwayatkan dalam hadits yang lemah. Doa ini termasuk di antara doa yang lengkap. Bahkan bisa jadi terlengkap. Karena di dalamnya ada permintaan semua kebaikan dan meminta perlindungan dari semua keburukan. Kemudian dengan tegas meminta yang terbaik yaitu surga dan amalan-amalan sholeh yang mendekatkan ke surga. Dan meminta perlindungan dari kejelekan yang terbesar yaitu neraka dan kemaksiatan yang mendekatkan kepadanya. Mulla Ali Al-Qori dalam kitab Mirqotul Mafatih, 1739 mengatakan, “Doa yang terlengkap dari doa yang ada adalah … Kemudian menyebutkan doa ini. Selesai Al-Manawi dalam kitab Faidul Qodir, 2/162 mengatakan, “Hulaimi mengatakan, “Ini termasuk kata-kata yang ringkas dan padat, dimana syari’ menganjurkan untuk berdoa dengannya. Karena ketika dia berdoa dengannya, maka dia telah meminta kepada Allah semua kebaikan. Dan berlindung kepada-Nya dari semua kejelekan. Kalau orang yang berdoa hanya meminta kebaikan itu sendiri atau menolak kejelekan itu sendiri, maka dia kurang dalam melihat dirinya.“ Terdapat riwayat bahwa Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu biasanya berdoa dengan doa ini setelah tasyahud dalam shalat. Dan mengajarkannya kepada orang-orang. Al Hafidz Ibnu Hajar telah mengatakan dalam kitab Fathul Bari, “Terdapat riwayat doa yang diucapkan setelah tasyahud beberapa riwayat, yang terbaik adalah apa yang diriwayatkan oleh Said bin Mansur dan Abu Bakar bin Abi Syaibah dari jalan Umair bin Sa’d. biasanya Abdullah –maksudnya Ibnu Mas’ud- mengajarkan kepada kami tasyahud dalam shalat kemudian mengatakan, “Ketika salah seorang diantara kamu telah selesai dari tasyahud maka katakan, اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُك مِنْ الْخَيْر كُلّه مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَم ، وَأَعُوذ بِك مِنْ الشَّرّ كُلّه مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَم . اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُك مِنْ خَيْر مَا سَأَلَك مِنْهُ عِبَادك الصَّالِحُونَ ، وَأَعُوذ بِك مِنْ شَرّ مَا اِسْتَعَاذَك مِنْهُ عِبَادُك الصَّالِحُونَ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً “Ya Allah saya memohon kepada-Mu semua kebaikan apa yang saya ketahui dan apa yang tidak saya ketahui. Saya berlindung kepada-Mu dari semua keburukan apa yang saya ketahui dan apa yang tidak saya ketahui. Ya Allah saya memohon kepada-Mu dari kebaikan apa yang diminta oleh hamba-Mu orang-orang sholeh dan saya berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang diminta berlindung oleh hamba-Mu orang-orang sholeh. Ya Allah Tuham kami keruniakan kepada kami kebaikan di dunia.” Dia Ibnu Mas’ud berkata, “Tidaklah seorang nabi maupun orang soleh berdoa dengan sesuatu melainkan telah masuk dalam doa ini.” Doa ini cukup untuk yang lainnya. Kalau seorang muslim berdoa dengannya, maka dia akan mendapatkan kebaikan yang agung. Tidak mengapa orang muslim mencukupkan dengannya. Kalau tidak mampu doa lengkap lainnya dan berat baginya untuk mengahafalkannya. Kalau dia mampu, maka tidak diragukan lagi yang lebih baik baginya menghafal doa lengkap apa yang diajarkan dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam dan menfariasikannya sesuai dengan kemampuannya. Berdoa untuk dirinya –juga- dengan apa yang dikehendaki dari kebaikan dunia dan akhirat. Wallahu a’lam
Mazmur 1188Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada morning Saudara, Mazmur 1188 merupakan ayat paling tengah di Alkitab. Sesuatu yang berada di tengah-tengah, biasanya menunjukkan hal penting yang perlu mendapat perhatian. Seorang pembicara dalam seminar, umumnya diberi mimbar/podium yang berada di tengah. Saat menonton konser musik atau pertunjukkan, kursi-kursi yang berada di tengah biasanya dipatok harga yang lebih mahal karena banyak berarti ayat yang lain tidak penting karena semua isi Alkitab itu penting bagi kita, tetapi jika ayat paling tengah di Alkitab mengingatkan kita untuk berlindung kepada Allah daripada kepada manusia, maka hendaknya kita pun menaruh perhatian yang serius akan hal ini. Mengapa demikian? Sebab banyak orang percaya, meskipun mereka tahu bahwa Tuhan adalah tempat perlindungan yang sungguh; tetapi mereka masih mencari perlindungan kepada manusia juga. Mereka percaya Tuhan tetapi yang mereka andalkan adalah kekuatan/kehebatan kita sadari bahwa, sehebat-hebatnya kemampuan intelektual, finansial, pangkat atau jabatan seorang manusia, pasti ada batasnya dan tidak ada yang bisa menandingi kehebatan Tuhan. Untuk itu, jangan mendukakan hati Tuhan dengan berlindung kepada manusia, tetapi berlindunglah hanya kepada Tuhan. TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya Nahum 17. Haleluya. Tuhan Yesus memberkati.
Jakarta - Surah An-Nas adalah surah ke-114 dan menjadi surah penutup dalam mushaf Al-Quran. Surah An-Nas diturunkan bersamaan dengan surah Al-Falaq sehingga disebut juga dengan Al-Mu' dari enam ayat, surah An-Nas tergolong dalam surah Makkiyah. An-Nas artinya manusia, kata An-Nas diambil dari ayat pertama surah penjelasan tentang manusia, selain surah An-Nas, manusia juga disebutkan dalam ayat Al-Quran lain. Salah satunya adalah surah An-Nisa ayat 1 yang berbunyiيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًاArtinya "Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." QS. An-Nisa 1Berikut ini surah An-Nas Ayat 1-6, Arab, latin dan terjemahannyaقُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ - ١Arab-latin qul a'ụżu birabbin-nāsArtinya "Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,"مَلِكِ النَّاسِۙ - ٢Arab-latin malikin-nāsArtinya "Raja manusia,"اِلٰهِ النَّاسِۙ - ٣Arab-latin ilāhin-nāsArtinya "sembahan manusia,"مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ - ٤Arab-latin min syarril-waswāsil-khannāsArtinya "dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi,"الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ - ٥Arab-latin allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nāsArtinya "yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia,"مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ - ٦Arab-latin minal-jinnati wan-nāsArtinya "dari golongan jin dan manusia."Makna dan tafsir dari surah An-Nas ayat 1-6 menurut Tafsir Kemenag ialah dalam ayat tersebut Allah memerintahkan Nabi Muhammad termasuk umatnya agar memohon perlindungan kepada Tuhan yang menciptakan hingga menjaga kelangsungan hidup manusia dengan nikmat dan kasih sayang-Nya serta memberi peringatan kepada mereka dengan manusia ialah yang mengatur semua urusan mereka dan Dia Maha kaya sehingga tidak membutuhkan mereka. Sembahan manusia, Tuhan yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Itulah Tuhan yang patut disembah dan diminta berlindung kepada Allah dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi pada diri manusia dan selalu bersamanya layaknya darah yang mengalir di dalam tubuhnya. Yang membisikkan kejahatan dan kesesatan ke dalam dada manusia dengan cara yang halus, lihai, licik dan menjanjikan secara SWT menerangkat dalam ayat terakhir surah An-Nas tentang godaan tersebut, yakni bisikan setan yang tersembunyi yang ditiupkan ke dalam dada manusia yang mungkin datangnya dari jin. Dan juga dari golongan manusia yang telah menjadi budak amalkan membaca surah An-Nas agar terhindar dari godaan setan dan juga jin. Simak Video "Permintaan Maaf Wanita Simpan Al-Qur'an Dekat Sesajen-Akui Tertarik Islam" [GambasVideo 20detik] lus/row
berlindung hanya kepada allah